Mendahulukan Orang Lain sebagai Cerminan Kesucian Hati
Rasulullah SAW juga menegaskan pentingnya menolong dan mendahulukan orang lain melalui hadis riwayat Muslim yang menyatakan bahwa Allah akan menolong hamba-Nya selama ia menolong saudaranya. Para ulama seperti Imam Al-Ghazali menyebut Itsar sebagai tingkatan tertinggi dalam persaudaraan, yakni ketika seseorang menempatkan kebutuhan orang lain lebih utama daripada kebutuhannya sendiri dengan penuh keikhlasan karena Allah SWT.
Dalam kehidupan sehari-hari, sikap Itsar dapat diterapkan di berbagai lingkungan. Di dalam keluarga, orang tua mendahulukan kebutuhan anak-anaknya dalam pendidikan dan pembinaan akhlak. Di lingkungan kampus, dosen maupun mahasiswa dapat menerapkannya melalui sikap saling membantu, berbagi ilmu, dan mengorbankan waktu demi kepentingan bersama. Sementara di masyarakat, itsar tercermin dalam kepedulian sosial, solidaritas, dan mendahulukan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi.
Itsar merupakan akhlak tasawuf yang mencerminkan keimanan, empati, dan keikhlasan dalam bersosial. Ajaran ini tidak hanya diperintahkan dalam Al-Qur'an dan hadis, tetapi juga ditegaskan oleh para ulama sebagai puncak persaudaraan. Dengan menanamkan dan mengamalkan sikap mendahulukan orang lain dalam keluarga, kampus, dan masyarakat, diharapkan tercipta kehidupan yang harmonis, penuh kepedulian, serta mendapat keberkahan rida Allah SWT.
( sumber : https://www.kompasiana.com/lulu20275/694e4128ed6415570c6a5ca2/mendahulukan-orang-lain-sebagai-cerminan-kesucian-hati ).
Komentar
Posting Komentar